
Kemarin, harga emas di pasar spot naik 0,22%. Sementara hari ini, Selasa (15/10/2019) pukul 12:25 WIB, harga emas masih bisa naik menjadi US$ 1.493/troy ons, berdasarkan data Refinitiv.
Setelah pekan lalu mengalami tekanan jual, kini emas kembali menarik hari investor. Selain 'menyerok' karena harga yang sudah murah, investor juga melihat damai dagang Amerika Serikat (AS)-China belum jelas.
Akhir pekan lalu, Washington-Beijing disebut-sebut sudah menyepakati perjanjian damai dagang fase pertama. Namun kemudian muncul kabar China masih ragu-ragu, belum mau menyepakati apa-apa sebelum ada perundingan lebih lanjut.
CNBC International yang mengutip sumber terkait melaporkan China ingin adanya perundingan tambahan sebelum menandatangani kesepakatan fase pertama. Negeri Tirai Bambu dilaporkan ingin AS membatalkan kenaikan tarif bea masuk yang rencananya akan berlaku Desember.
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, jika kesepakatan tidak ditandatangani maka bea impor produk China terbaru akan dikenakan pada pertengahan Desember nanti. Tetapi Mnuchin cukup optimis China akan menandatangani perjanjian dagang yang akan dibuat dalam tiga pekan.
Belum pastinya bagaimana hasil kesepakatan dagang AS-China membuat emas masih menjadi alternatif investasi sebagai antisipasi kembali terjadinya perang dagang.
(BERLANJUT KE HALAMAN 2)
(pap/pap)
Bisnis - Terkini - Google Berita
October 15, 2019 at 01:32PM
https://ift.tt/2MhWAIs
China Mencla-mencle, Harga Emas Bisa Tembus US$ 1.500/Oz - CNBC Indonesia
Bisnis - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/34Gk0OK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "China Mencla-mencle, Harga Emas Bisa Tembus US$ 1.500/Oz - CNBC Indonesia"
Post a Comment