
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2019 adalah 4,97% year-on-year (YoY). Lebih rendah ketimbang konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yaitu 5,04%. Ini menjadi pencapaian terendah sejak kuartal IV-2019.
Sementara laju pertumbuhan ekonomi domestik sepanjang 2019 adalah 5,02%. Juga di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 5,04%. Angka 5,02% adalah yang terendah sejak 2015.
Ditinjau dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi kontributor utama dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Pada kuartal IV-2018, sumbangan sektor ini terhadap PDB mencapai 19,63% atau nyaris seperlima. Jadi kalau sektor ini bermasalah bisa merusak tatanan dunia persilatan.
Sayangnya yang terjadi memang demikian. Pada periode Oktober-Desember 2019, industri manufaktur hanya tumbuh 3,66% YoY. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,14% dan periode yang sama pada 2018 yakni 4,25%.
Sementara secara keseluruhan tahun, industri manufaktur membukukan pertumbuhan 3,8% pada 2019. Melambat ketimbang pencapaian 2018 yang sebesar 4.27%.
Sudah lama pertumbuhan sektor manufaktur tidak secepat laju pertumbuhan ekonomi umum (headline). Tren ini masih berlanjut sampai 2019.
Bisnis - Terbaru - Google Berita
February 06, 2020 at 06:30AM
https://ift.tt/39g42MR
Sah, Indonesia Jadi Korban Perang Dagang! Ini Buktinya - CNBC Indonesia
Bisnis - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/34Gk0OK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sah, Indonesia Jadi Korban Perang Dagang! Ini Buktinya - CNBC Indonesia"
Post a Comment